Rabu, 16 September 2009

Selamat Hari 'Idul Fitri 1430H

Assalamu'alaikum..
tak terasa sudah di penghujung akhir bulan ramadhan..saya mengucapkan mohon maaf lahir selamat 'idul fitri 1430H

Rabu, 03 Juni 2009

KAIDAH-KAIDAH MEMILIH CAPRES-CAWAPRES PILPRES TAHUN 2009

KAIDAH 1
- فاعتبروا يا أولي الأبصار
“Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang punya mata hati” (Al Hasyr, ayat 2)

Kegagalan moral orang Yahudi dalam perjanjiannya dengan Rasulullah SAW telah membawa pada kekalahan mereka di hadapan tentara Islam. Tapi karena mereka tidak ingin meninggalkan aset-aset yang akan menjadi rampasan tentara Muslim, maka mereka menggunakan jurus mabuk menghancurkan aset-aset itu dengan tangan mereka sendiri. Adalah merupakan sunnatullah dalam perjuangan, bahwa jika terjadi kegagalan moral yang tidak diperbaiki, maka cepat atau lambat akan membawa kepada kegagalan perjuangan itu sendiri. Karena sejatinya kemenangan itu adalah kemenangan moral, dan pertolongan Allah hanya akan diberikan kepada pejuang yang berakhlaq, berintegritas dan berkarakter.

Menyimak pengalaman PKS hampir lima tahun berkoalisi dengan SBY dan JK, secara umum dari sisi moralitas atau kesalihan sosial, SBY lebih baik dan kredibel. Kegagalan dalam komitmen lebih sering dilakukan oleh JK. Jangan sampai kita cenderung pelupa dan hilang ke’arifan sehingga kembali memberi panggung kekuasaan kepada Golkar (melalui JK-WIN) yang banyak kalangan telah menuntut pembubarannya saat reformasi dihadirkan.

Hal tersebut tentu harus dijadikan ‘ibrah supaya kita tidak terperosok kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya, sebagaimana pesan Rasulullah SAW:

”Orang beriman tidak terperosok kedalam lubang biawak untuk kedua kalinya”.

Halnya dengan Mega-Pro, maka cepres Mega pernah menjadi RI I dengan prestasi yang kurang sedang Pro masih belum terhapus darinya citra jenderal orba yang ”berdarah” dalam melanggar HAM.



KAIDAH 2

- مالا يدرك كله لا يترك كله

“Apa yang tidak tercapai seluruhnya jangan ditinggalkan seluruhnya” (Kaidah Fiqhiyah)

Bersatunya parpol-parpol berasas dan berbasis Islam menjadi harapan umat.
Harapan itu diserukan banyak pihak setelah pileg usai dan ketika mereka menyampaikan keberatan terhadap penunjukan Budiono sbg cawapres oleh SBY. Tapi dua kesempatan itu tidak dimanfaatkan dengan baik. Meski dalam bentuk lain, saat ini keempat parpol “Islam” tsb telah berkoalisi dengan SBY-Budiono dalam pilpres. Nuansa dan semangat persatuan parpol2 Islam masih bertahan tidak buyar sama sekali. Jika harapan ummat belum bisa dicapai sepenuhnya, kita tidak boleh mutung dengan meninggalkan seluruh parpol Islam tsb dalam pilres ini. Ini seuai kaidah ulama ”apa yang tidak tercapai seluruhnya jangan ditinggalkan sama sekali”.




KAIDAH 3

- الخير المتعدي أولي بالاعتبار من الخير القاصر

“Kebaikan yang berdampak luas lebih dipertimbangkan daripada kebaikan yang terbatas” (Kaidah Fiqhiyah)

Bahwa seorang isteri kompetitor berjilbab merupakan kebaikan personal dan kesalehan individual, pahalanya untuk dirinya tapi tidak dengan sendirinya berpengaruh bagi kinerja suaminya dan kemajuan masyarakat. Sedang integritas moral dan kapabilitas capres-cawapres merupakan cerminan kesalehan sosial yang dampaknya bersifat publik dan menentukan kinerja. Di antara ketiga pasangan capres-cawapres, aspek integritas dan kredibilitas moral lebih ada pada SBY-Budiono sedang aspek kapabilitas relatif ada pada ketiganya meski kurang pada Mega. Tambahan pula sama sekali tak berjilbab dan belum disepakati kebolehannya sbg kepala Negara perempuan oleh para ulama. Dan jutaan mata melihat adegan tak Islami dan ala Barat, saat WIN-MEGA capaka-cipiki waktu salaman usai pengundian nomor urut ketiga pasangan. Bagi yang masih ingin mempertahankan budaya nasional kita, layak untuk merasa gusar serta khawatir.


KAIDAH 4

- ما يقول أحري بالاعتبار مما يقال

“Apa yang dikatakan seseorang lebih layak dipertimbangkan dari apa kata orang tentang dia” (Kaidah)

Soal neolib tidak lebih hanya persepsi orang tentang Budiono dan merupakan wacana yang abstrak. Bahkan menurut sebagian pakar, kadar keneoliberalismean ada pada ketiga pasangan. Kekhawatiran terhadap faham seseorang harus diklarifikasi langsung dengan orangnya. Penjelasan yang berisi bantahan dari yang bersangkutan tentu lebih bisa dipegang dari politisasi kekhawatiran. ”Apa yang dikatakan seseorang lebih dipercaya dari yang dikatakan/dibayangk an orang lain tentang orang itu”. Terlebih fakta sepaket kebijakan pro-rakyat yang telah berjalan (BLT, kompor gas, PNPM, KUR, swasembada beras) cukup untuk menumbangkan anggapan tentang neolib tersebut. Dan harus diakui bahwa sewaktu Budiono menjabat Menko Ekuin, turut memfasilitasi lahirnya Undang-Undang Nomor 21/2008 tentang Perbankan Syari’ah dan Undang-Undang tentang SBSN (Sukuk).



KAIDAH 5

- وشاورهم في الأمر فاذا عزمت فتوكل علي الله (ال عمران : 159)

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan (penting), lalu apabila kamu telah berketetapan hati maka bertawakallah kepada Allah…” (Ali Imran, ayat 159)

Agama memerintahkan untuk memilih pemimpin yang beriman, amanah serta kapabel. Status sebagai muslim bersifat final tidak bisa dirundingkan dan bukan untuk dimusyawarahkan. Alhamdulillah semua pasangan capres-cawapres kita beragama Islam. Tapi soal siapa yang lebih amanah dan kapabel harus dikaji dengan mantap. Merupakan ketentuan syara’ dalam berorganisasi adalah mensyurakan setiap keputusan organisasi yang bersifat strategis, seperti memilih pasangan mana yang diyakini lebih maslahat karena dipandang lebih amanah serta kapabel. Bagi yang mengaku sebagai anggota organisasi wajib-menurut agama dan logika- mengikuti hasil musyawarah dari lembaga yang punya otoritas syura di organisasinya. Dalam hal ini parpol-parpol Islam secara organisatoris telah memutuskan mendukung SBY-Budiono dalam Pilpres 2009.


KAIDAH 6

- ما خاب من استخار ولا ندم من استشار ولا عال من اقتصد (رواه الطبراني عن أنس)

. "” Tidak merugi orang yang istikharah, tidak menyesal orang yang musyawarah, dan tidak kesulitan orang yang ekonomis”. (Hadits Riwayat Imam Thabrani)

Bagi orang Islam yang tidak dalam ikatan disiplin suatu organisasi, tetap saja harus mempertimbangkan mana pasangan yang lebih maslahat. Caranya bisa dengan kemampuan analisis individual, bisa dengan bertanya kepada yang lebih faham atau meminta masukan, dan sebagai upaya akhir dianjurkan untuk “istikharah” bertanya/minta petunjuk kepada Allah SWT. Bila proses ini ditempuh, maka keputusan dan pilihan apapun yang diambil insya Allah berpahala dan harus dihormati. " Tidak merugi orang yang istikharah, tidak menyesal orang yang musyawarah, dan tidak kesulitan orang yang ekonomis”. Jika terjadi perbedaan pilihan maka itu merupakan lahan untuk saling toleransi bahkan untuk “Fastabiqul khairat”.




KAIDAH 7
- يا أيهالذين آمنوا أوفوا بالعقود (المائدة : 1 )

“Wahai orang-orang yang beriman tunaikanlah semua akad” (Al Maidah, ayat 1)

Khusus bagi PKS, atas perintah Majlis Syura XI maka pimpinan PKS telah menawarkan piagam kerjasama koalisi dan kontrak politik 10 agenda nasional 8 agenda regional-internasio nal. Berintikan kepedulian dan keberpihakan pada kepentingan rakyat, kedaulatan sosial budaya, politik, ekonomi (pangan dan energi) serta pembelaan terhadap warga Negara dan bangsa yang mazhlum. Alhamdulillah, pihak PD/SBY- Boediono mau menandatangani dan berkomitmen dengan Piagam dan Kontrak Politik tsb. Itu merupakan akad antara PKS-PD/SBY&Boediono yang wajib ditunaikan oleh para pihak, sebagaimana perintah al Quran di atas. Jadi pimpinan dan kader PKS wajib sungguh-sunguh serta dengan kuat memperjuangkannya.



KOMUNITAS REFORMIS-NASIONALIS -RELIGIUS
DEMI INDONESIA YANG LEBIH BAIK

Rabu, 06 Mei 2009

setiap hari harus ada perbaikan

assalamu'alaikum
setiap hari itu mesti ada perubahan tidak boleh tidak ! karena waktu itu tak bisa ditunggu terus berjalan dan tak bisa dihentikan, maka jika anda yang bercita-cita melihat kehidupan di depan mata lebih baik maka teruslah berjuang teruslah beramal tanpa henti dan jangan lewatkan sejengkal kisah hidupmu dengan sia-sia karena malaikat itu selalu catat apa yang kita kerjakan. dan Allah pun selalu awasi kita dalam setipa keadaan. lalu masihkah kau ragu untuk tuntaskan semua kewajiban yang ada di pundak setiap manusia yakni jadi khalifah di bumi ini?
tak ada yang lebih indah selain keikhlasan itu menjadi titik tolak perbuatan yang kita lakukan

Sabtu, 18 April 2009

lakukan sekarang!!!

Asalamu'alaikum
lakukan sekarang atau anda akan kehilangna kesempatan itu..
ubahlah diri anda sekarang sebelum kesempatan itu tertutup hingga nanti engkau akan menangis dan ingat waktu tidak bisa diputar balik...

Selasa, 10 Februari 2009

Kencing tidur

assalmu’alaikum

pernah denger kencing tidur? kemarin juga pas ngedeng sempet bingung juga sih..namun ternyata penyakit itu ada..akibat dari mengorok..(ups) pernah ya…? he..kencing tidur itu yang dimaksud saat terjadinya masa berhentinya nafas pada saat selang ngorok ..(hmm…maksudnya gini saat ngorok yang bahaya itu saat ada sentakan untuk berhenti itu loh)..dari penyakit itu bisa timbul hipertensi, pre diabet..bahkan yang gaswat heart attack saat tidur kan ngeri ya..soo lupain pendapat bahwatidur ngorok itu cermin kepulasan

Kamis, 15 Januari 2009

KETIKA PERADABAN ITU DIMULAI DARI SINI !

Kawan bolehkah aku berbicara dengan engkau, meski ini bukan sesuatu yang begitu penting tapi menurutku ini sesuatu yang bermanfaat banyak. Kawan dalam kehidupan ini pasti kita mengenal dengan sebuah nama yakni peradaban. Banyak orang yang apatis dengan tema ini, padahal jika kita menginginkan sebuah kehidupan yang lebih baik maka menurutku adalah kita mampu menjadi pecinta sejarah. Maaf bukan mengajak engkau untuk menjadi orang-orang yang ”kuno”, atau pula mengajak engkau hanya sekedar nostalgia.
Aku tak bicarakan tentang romantisme sebuah sejarah, tetapi berbicara bagaimana sejarah mengajarkan sebuah ”ruh” kehidupan yang pada dasarnya semua tinggal di lihat dan dikaji saja. Maksudnya? Maaf menjadi terbelit-belit maksudku, kehidupan ini sebenarnya kisahnya hampir selalu mirip hanya saja ”backgroundnya” saja yang berbeda. Dulu terkenal kaum sodom maka kini kita banyak melihat dan mendengar tentang mereka di sekitar kita, atau bagaimana sosok fir’aun kini pun banyak ”jiwa-jiwa” kering menjadikan figurnya sebagai idola sehingga tak sedikit yang menjadi pengikutnya. Dan masih banyak lagi kisah-kisah dulu yang hampir mirip atau boleh dikatakan mirip dengan kejadian-kejadian saat ini.
Kawan, jika kita merindukan sebuah peradaban yang mebahagiakan maka mari kita tengok sejarah lebih dalam. Kita akan banyak menemukan berbagai macam sejarah peradaban sebuah bangsa dan bagaimana peradaban itu hancur. Kita tinggal memilih mau peradaban mana yang akan kita ambil, kalau aku boleh berkata padamu kawan lebih baik pilih peradaban yang membuat engkau tersenyum bahagia duni dan akhirat. Apa itu ada? Tentu ada kawann yakni peradaban Islam, sebuah peradaban yang tak pernah menuai kekecewaan dari rakyatnya karena keadilannya. Bukan karena aku seorang muslim sehingga menjadi muslim an sich,tetapi ini real kawan. Coba engkau lihat lebih dalam tentang itu, peradaban mana yang paling lama bercokol di dunia ini dan paling banyak menghasilkan karya-karya yang fenomenal dan sampai saat ini jadi rujukan? Satu kata yakni Islam.

Lalu apa yang membuat peradaban islam ini maju dan bertahan lama? Yakni selalu dimulai dari sini, apa maksudnya dimulai dari sini? Maksudnya perdaban islam selalu dimulai dari dari yang terdekat atau bahasa lain lingkungan mikro, dan hal mikro dari sebuah peradaban itu kawan adalah hati. Dan jika hati itu baik maka keseluruhan tubuh itu akan baik dan peradaban itu kan selalu dimulai dari personal (humanity) yang baik secara kualitasnya. Hal inilah yang selalu dijaga berabad-abad, dan tak pernah henti untuk direcovery jika sudah usang. Dan ketika peradaban ini mulai terasa redup-redup itu karena masyarakatnya mulai lupa dengan recovery itu, sehingga begitu cepatlah hancur. Hal inilah yang patut disayangakan, karena sudah lama dijaga kini hilang dengan cepatnya. Jadi apa yang akan engaku kata-katakan lagi tentang islam yang tak punya peradaban , ternyata semua persepsi salah kau lupa bahwa ilmu pengetahuan yang ada saat ini merupakan pengembangan dari para ulama/ilmuwan islam? Tak melihatkah engkau atau engkau pura-pura tak melihat atau mungkin telingamu tersumbat oleh benda yang besar hingga kau tak lagi mendengar keluarbiasaan islam mengakomodasi ilmu pengetahuan sehingga bisa kau nikmati dan kau kembangkan lagi atau mungkin engkau menjadi budak-budak bukan lagi menjadi tuan dari ilmu pengetahuan. Kata-kata budak pun mungkin masih terlalu halus untuk mendeskripsikan betapa hancurnya jiwamu, karena kau tak lagi menggunakan hakmu sebagai pengguna ilmu. Engkau hanya menjadi sampah yang bau dan yang tak bisa didaur ulang karena bebalnya otakmu dan keringnya jiwamu, sehingga kau tak lagi mampu bedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Wahai jiwa-jiwa yang masih hidup !!! bangkitlah raih peradaban itu lagi, mari kita mulai menata lagi dan mendelete peradaban yang penuh dengan kotoran ini dengan peradaban islam yang lebih menyejukan. Perdaban islam ini bukan saja milik orang muslim namun juga milik dan harus dinikmati oleh seluruh umat manusia di seantero bumi ini, karena ketika kita memimpin peradaban ini kita selalu memberikan pelayanan yang begitu luar biasa bagi kehidupan manusia ini. Tunggu apa lagi wahai jiwa-jiwa yang rindu panji Allah itu berkibar di seluruh bumi ini, persiapkan dirimu dengan baik dan matang dengan keilmuan karena sesaat lagi perdaban islam akan kembali hadir. Menjadi guru yang menyejukan untuk alam raya ini dan untuk meninggikan kalimat Allah di bumi ini...

Islam Indonesia Hari Ini dan Esok


“antara nyata dan tidak, antara mau dan tidak mau tapi itu semua adalah sebuah titik bahwa kita harus sadar bahwa kita adalah sebaik-baiknya umat ketika kita mampu menampakan sisi keislaman yang sebenarnya tanpa ada dikotomi antara tauhid dan aspek dunia”

Telukjambe,september’08

Esok adalah sebuah kumpulan cerita yang abstrak dan tak bisa diprediksi, namun seorang manusia yang wajar adalah seseorang selalu mempersiapkan segalanya atau selengkapnya dengan baik untuk songsong masa depan.

Allah Swt. Berfirman dalam Al Qur’an Surat Al Hasyr ayat 18 :

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Muslim yang baik adalah muslim yang sudah tahu betul apa yang akan dilakukan pada hari ini,dan ia sadar bahwa apa yang ia lakukan hari ini akan memberikan dampak yang signifikan pada masa mendatang. Tak ada nilai-nilai keraguan ataupun nilai yang cenderung kepada sikap pesimistis, karena semua tahu bahwa esok adalah abstrak dan harus dipersiapkan dengan matang.

Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia, yang merupakan asset yang berharga dan merupakan tolak ukur dari masyarakat muslim dunia. Karena itulah wajah dunia muslim Indonesia selalu menjadi sorotan yang paling tajam, sehingga ia merupakan sebuah informasi penting dalam segala kepentingannya. Muslim Indonesia dengan ciri yang lebih moderat bahkan mampu memposisikan diri sebagai negara muslim yang mampu menerapkan kesejukan, merupakan wajah lain dari dunia Islam yang cenderung kekinian dianggap sebagai agama radikal,agama teroris. Oleh karena itu menurut hemat saya, posisi tawar itu merupakan hal yang berharga yang harus terus diperankan oleh Indonesia. Dan juga dengan posisi yang demikian, seharusnya peran kita pun sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar harus lebih signifkan dalam kancah dunia internasional.

Sebagai negara mayoritas muslim,sudah seharusnya juga mempersiapkan diri untuk menjadi negara yang mampu berkompetisi dengan masyarakat internasional. Kita seharusnya tidak perlu takut lagi dengan era pasar bebas jika sudah mempersiapkan dengan matang tentang kader-kader penerus. Namun sayang, kita ini terlalu sering terjebak dalam pemikiran pragmatis sehingga cita-cita kita yang termaktub dalam preambule UUD’45 yakni mewujukan masyarakat adil makmur hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Jika kita menilik dan mentadaburi QS Al Hasyr ayat 18 tadi, sungguh akan menjadi sangat menarik dan akan mampu menggenjot mental bangsa menjadi bangsa yang selalu memiliki perencanaan yang mantap dalam melangkah. Namun permasalahnnya tidak sesederhana itu, karena kita sebagai bangsa yang mayoritas muslim sudah kehilangan akarnya dan kehilangan pegangan utamanya. Nilai moral sebagai seorang muslim salah satunya saja nilai silaturahim hanya terlihat setahun sekali dalam tradisi mudik, lalu nilai lain tentang islam contoh kejujuran sudah tergerus oleh pemikiran “perut adalah segalanya” sehingga kita pun menjadi negara mayoritas muslim namun sebagai negara peringkat ketiga dalam korupsi. Al Qur’an yang seharusnya menjadi pedoman dan tuntunan dalam melangkah kini hanya menjadi hiasan di sudu-sudut ruangan dihiasi dengan bingkai dan terlihat rapi karena memang belum pernah dibuka, atau mungkin ada dari kalangan yang terlihat hafal ayat Al Qur’an namun sayang hanya sekedar hafal dan hanya sampai di bibir saja belum sampai ke hati dan perwujudan dalam kehidupan.

Kita hanya menjadi bangsa yang hanya sekedar namanya saja mayoritas Islam, namun kepribadian-kepribadiannya jauh dari konsep pribadi muslim sejati. Ini yang menjadi polemik, ini yang menjadi rancu atau dengan bahasa yang lain “masa orang islam takut dengan islam”. Ada apa dengan ajaran islam, dan ada apa dengan ketakutan yang menghampiri orang-orang muslim kini tentang ajaran agamanya? Contoh dalam hal ini orang “islam” malas dengan mengeluarkan zakat, padahal dengan pengelolaan zakat itu orang miskin itu menjadi tidak ada (contoh dalam hal ini baitul mal yang dikelola Umar ibn Abdul Aziz) lalu kenapa harus takut jika itu memberi peluang hidup yang lebih baik kepada saudara kita yang miskin. Dan dalam hal ini tidak pernah ada cerita orang kaya jatuh miskin hanya gara-gara zakat,malah kekayaan kita akan bertambah banyak dan yang jelas semakin barakah.

Islam di Indonesia seharusnya menjadi ruh dalam perubahan tataran moral pribadi-pribadinya, dari yang tak jelas menjadi semakin jelas, dari yang rapuh menjadi tatanan yang kuat. Islam seharusnya menjadi kekuatan perekat persatuan bangsa ini, dan bukan menjadi sebuah kata-kata yang tabu dalam ranah kenegaraan karena islam itu menganut sistem rahmatan lil ‘alamin. Islam Indonesia seharusnya menjadi pioner dalam tumbuh kembangnya pribadi muslim yang mewujudkan aspek tauhid dalam ilmu pengetahuan teknologi, kebudayaan serta kehidupan sosial kemasyarakatan tanpa menjadi masyarakat yang antipati terhadap lingkungan sekitar (eksklusif). Konsep syumuliyatul Islam (kesempurnaan islam) harus mampu diserap atau bahkan ditransfer ke dalam jiwa setiap muslim, agar ia menjadi sadar bahwa Islam itu bukan hanya mengurusi/mengatur ibadah solat,zakat, puasa, haji namun juga keselurahan kehidupan pribadi muslim diatur bahakan sampai ke ranah kenegaraan.

Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus segera sadar bahwa kita itu adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar dan punya peran cukup signifikan dalam kancah internasional mulai mempersiapkan generasi penerus yang akan datang menjadi generasi yang bukan generasi mental lemah, bukan generasi bodoh, dan bukan generasi yang hanya bisa menjadi follower murni. Kita harus menyediakan fasilitas-fasilitas untuk menunjang pembentukan pribadi-pribadi bermental pemenang, kita harus memberikan kucuran-kucuran dana yang cukup dan memadai kebutuhan kepada mereka yang berani berjuang mewujudkan cita-cita bangsa ini. Islam itu harus menjadi titik tolak berfikir, bergerak, berjuang seorang muslim, dan bukannya menjadi sebuah kejumudan.

Esok hari merupakan harapan bagi orang-orang yang optimis, dan Islam selalu mengajarkan sikap optimis dalam menjalani hidup. Sudah saatnya kita teriak “bebas merdeka” dari cengkraman nafsu syaitani yang selalu menyusun dan mendayung kita untuk menjauh dari Allah swt dan Sunnah Rasulullah saw. Sudah saatnya pula Islam Indonesia hari ini berjalan beriringan bersama islam di seluruh dunia untuk sama-sama berfungsi sebagai pemimpin dunia yang mampu melayani umat dunia ini dalam kerangaka keragaman suku, budaya, bahasa,dan agama dan saya rasa Islam sudah selesai dalam kerangka keberagaman itu dengan QS Al Hujarat Ayat 13 dan QS Al Kafiruun ayat 6. dan Islam bukanlah agama yang ketika mengahadapi masalah harus selalu diselesaikan dengan peperangan (pedang terhunus). Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau kita saat ini punya peran dalam menjawab pertanyaan Islam Indonesia esok hari akan seperti apa?



jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

forward this message